Responsive image

Pelatihan Khusus Penyelidik dan Penyidik Tindak Pidana Pemilu

05 October 2018 11:49:21

Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. secara resmi membuka Pelatihan Khusus Penyelidik dan Penyidik Tindak Pidana Pemilu Tahun 2019 di Hotel Grand Quality Yogyakarta, Kamis 4 Oktober 2018.

.

Pelatihan Khusus yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tersebut diikuti 42 orang Penyidik Polri yang terdiri dari 9 orang Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda DIY, 3 Orang Penyidik Ditreskrimsus Polda DIY, serta 30 orang Penyidik Polres/ta se Jajaran. Pelatihan ini akan digelar hingga tiga hari ke depan.

.

Sebagaimana tercantum dalam UU No. 7 Tahun 2017, tentang Pemilihan Umum, bahwa tindak pidana Pemilu harus dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat. Dari Pelatihan ini diharapkan penyidik dapat meningkatkan kemampuan untuk dapat menjawab tuntutan dari Undang - Undang Pemilu.

.

Kapolda DIY dalam sambutannya mengatakan bahwa secara substansial dilihat dari Pola Penanganan Tindak Pidana Pemilu, UU no 7 tahun 2017 bersifat khusus. Di antaranya kekhususannya adalah satu satunya lembaga yang berwenang menerima laporan pelanggaran Pemilu adalah Bawaslu.

.

"Saluran penyelesaian Pelanggaran Pemilu atau kejahatan terhadap ketentuan tindak Pidana Pemilu berdasarkan pasal 486 dan pasal 487 UU No 7 tahun 2017, yaitu mengamanatkan pembentukan Gakkumdu sebagai Pusat Aktifitas penegakan Hukum tindak Pidana Pemilu yang terdiri atas unsur Bawaslu, Polri dan Kejaksaan," terang Kapolda.

.

Hal tersebut menurut Kapolda, bertujuan untuk menyamakan Pemahaman dan Pola Penanganan Tindak Pidana Pemilu. "Sebagai dasar itulah maka ketiga Institusi tersebut membentuk Sentra Gakkumdu," tutur Kapolda.

.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono, S.Pd.SI., MPA., mengatakan bahwa Pemilu 2019 saat ini sudah memasuki tahapan Kampanye dari tanggal 23 September 2018 sd 13 April 2019. Baik kampanye Pileg dan Pilpres. Namun demikian, karena ini masih berada dalam tahapan awal maka belum terlalu hangat euforianya.

.

"Tetapi hangatnya kampanye tersebut yaitu sekitar 3 bulan menjelang Pencoblosan. Terutama satu bulan terakhir menjelang masa tenang, di masa tenang sendiri mempunyai kerawanan yang sangat tinggi (terjadinya pelanggaran)," katanya.

.

Bawaslu sendiri menurutnya, dalam bekerja berorientasi pada dua strategi utama, yaitu pencegahan dan penindakan. Pada tahap pencegahan sendiri Bawaslu sudah melayangkan surat himbauan kepada para peserta Pemilu untuk tidak melakukan hal hal yang dilarang oleh Undang Undang.

.

"Berkaitan dengan tindak pidana Pemilu, dengan melalui forum Sentra Gakkumdu ini memang harus melalui 3 lembaga. Yaitu Pengawas Pemilu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Dan itu sudah dimandatkan melalui UU no 7 Th 2017, bahwasanya segala pelanggaran tentang Pemilu itu harus dibahas dalam Forum Sentra Gakkumdu tersebut," ujarnya.

.